Awalnya janin bergerak lembut seperti kupu-kupu terbang. Lama-lama, ia bisa menggeliat, menendang, bahkan salto.

“Saya sedang hamil 6 bulan, Dok. Janin saya ‘hobi’ sekali menendang, siang maupun malam. Kadang-kadang saya sulit tidur karena tendangannya menimbulkan sakit. Padahal waktu mengandung anak pertama tak seperti ini, lo. Mengapa tendangannya sangat hebat, ya, Dok?” cerita Ibu Wedha di ruang konsultasi dokter.

 

Saat kita hamil, sering, ya, Bu, kesakitan karena gerakan janin seperti yang dialami Ibu Wedha. Adakalanya pula membuat cemas saat janin tak bergerak-gerak. Sebenarnya, bagaimana, sih, gerakan normalnya dan kapan ibu mulai bisa merasakan gerakan janin?

 

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Sonologist, gerakan janin pada ibu yang pertama kali hamil bisa dirasakan pada kehamilan 18 minggu (4 bulan 1 minggu). “Sedangkan pada ibu yang pernah melahirkan, gerakan itu bisa dirasakan sejak kehamilan 16 minggu.” Perbedaan ini terjadi karena faktor pengalaman saja. “Ibu yang pernah hamil sebelumnya, tentu akan segera mengenali gerakan janin pada kehamilan berikutnya. Sedangkan, ibu yang pertama kali hamil lebih telat merasakan karena belum pengalaman.” Kecuali itu, otot-otot dinding perut lebih kendur/lemah dibandingkan kehamilan pertama, sehingga gerakan janin akan lebih terasa, bahkan pada kehamilan tua dapat terlihat gerakan janin di bawah kulit ibu.

 

Pengecualian buat ibu hamil yang memiliki bobot sangat berlebihan, gerakan janinnya akan telat dikenali. “Di usia 20-22 minggu biasanya baru bisa dirasakan.” Hal ini karena pada orang gemuk banyak lemak yang melapisi tubuhnya. Sedangkan yang dirasakan ibu hamil adalah getaran yang diserap jaringan tubuh. “Makin tebal lemak yang melapisi perut, getaran yang sampai ke permukaan kulit ibu akan makin sedikit.”

 

Demikian pula, bila jumlah air ketuban sangat banyak, gerakan janin juga tak gampang dikenali. “Bila air ketuban banyak, maka getaran akan susah ditangkap ibu.”

 

GERAKAN NORMAL

 

Gerakan janin dinilai normal, terang ahli kebidanan dan kandungan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta ini, bila makin lama makin banyak dan kuat. “Variasinya memang berbeda-beda setiap orang.” Pada awal kehamilan ibu akan merasakan seperti ketukan, kupu-kupu terbang, ataupun ikan sedang berenang. Ibu hamil atau calon ayah bisa mengetahuinya dari dinding perut ibu yang bergelombang saat janinnya bergerak. Atau bisa juga muncul tonjolan, entah kaki atau bokong, di satu tempat dinding perut.

 

Nah, bila sampai usia kehamilan 20 minggu ibu tak kunjung merasakan gerakan, sebaiknya segera kontrol ke dokter. Gerakan normal, terang Judi, rata-rata per hari lebih dari 10 kali. “Sebenarnya ratusan, minimal 10 kali sehari pun sudah oke.”

 

Untuk melihat gerakan janin bisa dilakukan dengan berbagai cara; subyektif, obyektif, dan pemeriksaan USG. Secara subyektif dilakukan dengan cara menempelkan tangan sehingga ibu merasakan gerakan dan bisa menghitungnya. “Normal rata-rata 7 kali per 20 menit.” Secara obyektif dengan alat tokografi, normal rata-rata 10 kali/20 menit.

 

Sadovsky (1979) seorang ahli kebidanan dan kandungan melakukan penelitian tentang gerakan janin dan menyimpulkan sebagai berikut: jumlah rata-rata gerakan pada kehamilan 20 minggu; 200 kali/12 jam dan mencapai puncaknya pada kehamilan 32 minggu; 575 kali/12 jam. Pada kehamilan 40 minggu menjadi 282 kali/12 jam.

 

Biasanya di usia kehamilan 36 minggu, gerakan janin akan makin banyak dan makin kuat, serta lebih kompleks. “Mula-mula mungkin ibu akan merasakan gerakannya hanya berupa gerakan kaki dan tangan saja, lama-lama tubuhnya bisa melengkung. Bahkan hingga salto atau meluncur.”

 

Selanjutnya, di usia kehamilan 38 minggu ke atas, ruang geraknya makin berkurang; dengan makin besarnya janin, ruang geraknya makin sempit. Dengan demikian, janin pun akan mengurangi jumlah gerakannya, tapi kekuatannya makin naik sehingga gerakannya sering membuat ibu hamil kesakitan. Terlebih lagi, terang Judi, semakin tua kehamilan rahim akan semakin tipis. “Rahim punya serabut saraf yang kontak dengan dinding perut, dan dinding perut juga punya serabut saraf. Sehingga, baru kesenggol sedikit saja, sudah terasa.” Bahkan pada sebagian orang sudah teriak kesakitan, terutama di bawah iga, tulang iga, atau ulu hati. Kalau ulu hati tertekan kepala atau kaki bayi, maka bisa disertai rasa mual. Bila diafragma tertekan, ibu akan terasa sesak napas. Sementara bila terjadi di bagian bawah, ibu akan ngompol atau sakit di tulang kemaluan dan vagina.

 

BAYI SEKARAT

 

Cara menghitung gerakan janin sebaiknya dilakukan pagi hari (antara jam 7-10); dalam kondisi ibu sudah selesai makan dan sedang istirahat. Sehabis makan, kebutuhan glukosa ibu terpenuhi sehingga otak jadi aktif. Akibatnya janin pun akan aktif.” Karena itu, Bu, bila ibu enggan makan, bayi akan memakai cadangan energi ibunya. “Bila cadangannya mencukupi, gerakan janin akan normal. Tapi bila gizi ibu hamil parah, bayi pun bisa mati.”

 

Biasanya sebelum mati akan ditandai dengan periode terminal space (sekarat); gelisah terus, lantas hilang atau gerakan sangat pelan, lama-lama hilang. Untuk mengetahui apakah pola gerakan janin aktif sekadar aktif gerakannya ataukah karena sedang sekarat biasanya akan dirasakan sang ibu. “Ibu harus tahu bagaimana kalau gerakan bayi kala sedang normal. Toh, biasanya setiap ibu hamil akan mengetahui pola gerakannya. Nah, kalau ada gerakan yang berlebihan, lain dari biasanya, sebaiknya ibu langsung waspada.”

 

Gerakan dinilai abnormal bila sangat berlebihan atau malah semakin berkurang. Yang perlu diketahui, Bu, saat usia kehamilan 20 minggu, semua pancaindera bayi sudah berfungsi baik. “Jadi, ibu dan bayi sudah bisa kontak. Bayi sudah bisa merespon ibunya, demikian pula sebaliknya. Artinya, sebenarnya ibu harus sudah tahu pola bayinya.”

 

Gerakan janin juga akan terasa berlebihan bila kembar atau janin tunggal tanpa otak/kepala. “Yang kembar memang anggota geraknya banyak. Sedangkan janin tanpa kepala, maka otaknya tidak akan mampu mengkoordinasi antara otak dan fisik, sehingga ia akan membuat gerakan yang tidak terkoordinasi. Seperti blingsatan.”

 

MIRING KE KIRI

 

Nah, untuk mengatasi bayi sedang sekarat, sebaiknya ibu segera istirahat dan tidur dengan miring ke kiri agar rahim tak menekan aorta dan vena kafa/pembuluh darah besar yang ada di kiri-kanan tulang rahim. “Sebab kalau vena ditekan, oksigen ke bayi akan berkurang. Sedangkan yang di kiri hanya ada nadi. Dan nadi ini lebih tahan kalau ditekan.”Bila ibu makin tenang biasanya kontraksi pun akan hilang. Sebab, gerakan janin terlalu aktif akan merangsang ibu untuk kontraksi. Akibatnya oksigen ke bayi akan berkurang karena pembuluh darah terjepit di otot rahim sehingga janin pun akan tambah gawat, kan?” Nah, dengan berkurangnya kontraksi, maka aliran oksigen pun akan lancar kembali.”

 

Selain itu, hilangkan faktor stres karena akan mempengaruhi janin, lo. “Saat stres, otak ibu akan mengeluarkan neurotransmiter atau yang membuat ibu siaga, dan itu akan masuk ke janin. Sehingga ia pun akan terangsang dan jadi lebih aktif.”

 

Bisa juga dengan memperdengarkan musik pada janin, misalnya, musik klasik atau yang berirama lembut. Bisa juga dengan melakukan kontak batin dengan janin. “Lakukan dengan tenang dan berkonsentrasi, biasanya ibu akan merasakan adanya perbedaan gerakan.”

 

Kalau ternyata cara-cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya segera ke dokter agar dilakukan resusitasi intrauterum (pertolongan kegawatan janin dalam kandungan); dengan bantuan oksigen dan obat pereda kontraksi. Selain itu, saat ibu beristirahat dan tenang diharapkan gerakan janin jadi tenang. “Saat bergerak aktif, oksigennya cepat habis. Nah, kalau bayi sudah tenang, oksigennya cukup.”

 

 

 

 

 

 

 

Indah Mulatsih

 

MALAM LEBIH AKTIF

 

Janin pun punya fase tidur. “Justru malam hari lebih aktif karena pengaruh hormon,” terang Judi. Tak heran, kan, bila aktivitas fisik, otak, dan persalinan lebih kerap terjadi malam hari karena memang hormon lebih aktif di saat itu. Hal ini akan mempengaruhi pula kondisi bayi di bulan-bulan pertama kelahiran; ia akan sering terjaga di malam hari.

 

Itulah sebabnya menghitung gerakan janin sebaiknya dilakukan pagi hari, antara jam 07.00-10.00, saat tidak ada pengaruh hormon. Ibunya pun dalam kondisi santai. “Kalau malam, kan, ibu hamil dalam kondisi mengantuk sehingga bisa saja salah dalam menghitung.”

 

Kadangkala, gerakan janin yang aktif di malam hari membuat ibu sulit tidur. Bila demikian yang terjadi, sebaiknya ibu makan sedikit sebelum tidur. “Dalam keadaan perut kosong akan semakin menyulitkan ibu untuk tidur.”

 

 

GERAKAN TAK SAMA

 

Satu hal yang penting, Bu, gerakan janin tidak selalu sama. “Bahkan tiap kehamilan pun tidak sama,” ujar Judi. Jadi, sebaiknya ibu tidak membedakan gerakan janin kehamilan yang sedang dijalani dengan kehamilan sebelumnya. Apalagi kalau membandingkannya dengan gerakan janin ibu-ibu hamil lain.

 

Selama gerakan itu dalam batas normal, ibu tak perlu cemas. Kecuali dicurigai ada gerakan yang lemah atau kurang jumlahnya, segeralah ke dokter untuk berkonsultasi dan dilakukan pemeriksaan. “Apakah bayinya terjerat tali pusat, air ketuban terlalu sedikit sehingga tidak bisa leluasa bergerak, sehingga gerakannya lemah, atau karena bayinya kembar dan tak punya kepala.”

 

 

 

 

About these ads