“Ih, bosku galak banget. Sebel deh aku sama dia!” “Tanti, kamu kan lagi hamil, jangan membenci orang. Nanti anakmu mirip si bos lo. Cepet bilang amit-amit jabang bayi!” kata rekannya, Ria.

Tanpa disuruh dua kali, Tanti langsung berujar “Amit-amit jabang bayi,” sambil mengusap-usap perutnya yang mulai membuncit karena hamil 4 bulan.

Perilaku Tanti terkesan menggelikan? Tidak juga karena banyak ibu hamil yang memercayai hal yang diucapkan Ria, yakni tidak boleh membenci orang selagi hamil karena wajah dan perangai si kecil bisa mirip dengan orang yang tidak disukainya itu. Makanya banyak lelucon yang mengatakan kalau mau membenci seseorang, pilih yang ganteng dan cantik sekalian, Tom Cruise atau Angelina Jolie, misalnya.

Menanggapi pantangan itu, dr. Puji Ichtiarti, SpOG, dari RS Hermina Jatinegara, berkata, “Kalau ibu hamil tidak boleh benci, sebal, dan marah-marah memang ada baiknya karena semua itu dapat berdampak negatif bagi dirinya sendiri, seperti stres, pusing, dan tekanan darah naik.” Tapi kalau si jabang bayi jadi mirip orang yang dibenci, tentu itu tidak benar dan tidak ada hubungannya sama sekali. Yang ini jelas hanya mitos. Namun, bukan berarti ibu hamil lantas boleh melakukan semua hal. Selama kehamilan memang ada pantangan bagi ibu.

PANTANGAN DI TRIMESTER I

* Tidak terbentur atau terjatuh karena bisa mengakibatkan keguguran.

* Tidak melakukan olahraga berat, seperti lari, aerobik high impact atau angkat beban

* Menunda bepergian jauh untuk sementara, terlebih bila harus melakukan perjalanan udara. Di usia kehamilan 1-3 bulan, ibu masih memerlukan kekuatan ekstra untuk mensuplai segala sesuatu yang penting bagi pertumbuhan janin. Kecapekan dapat membuat suplai nutrisi, energi, hingga oksigen ke calon bayi terhambat.

* Hindari minum obat dan jamu kecuali dalam pengawasan dokter. Jangan lupa, janin amat rentan terhadap pengaruh obat-obatan yang bersifat teratogen (zat kimia yang dapat menimbulkan kelainan perkembangan pada janin).

* Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan yang lebih baik karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah bra yang nyaman.

* Untuk sementara jangan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gas sebab bisa membuat ketidaknyamanan pada ibu hamil. Bahkan pada kasus tertentu bisa berakibat fatal.

* Hubungan suami istri tetap boleh dilakukan kecuali bila dokter melarang atau dari kacamata medis hubungan intim dapat membahayakan ibu ataupun janin.

PANTANGAN DI TRIMESTER II DAN III

Di trimester dua, kehamilan relatif aman. Sekalipun begitu ibu tetap wajib menjaga kandungannya dengan selalu menghindari stres, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat atau melaksanakan kegiatan yang dapat menimbulkan risiko cedera.

Sementara di trimester ke-3 karena yang sering menjadi kekhawatiran adalah cepatnya peningkatan berat badan ibu, maka beberapa pantangan yang berkaitan dengan pola makan berlaku di sini. Umpamanya, kurangi makanan yang mengandung garam karena berpotensi meningkatkan tensi darah dan protein pada urin. Juga jaga agar peningkatan BB tidak lebih dari 2 kg dalam sebulan untuk menghindari keracunan kehamilan (preeklamsia).

Tingkatkan asupan buah-buahan dan sayur yang bermanfaat bagi janin dan air ketuban. Makanan bergizi seperti itu juga baik untuk memperlancar BAB dan menghindari sembelit yang biasa dialami ibu hamil trimester akhir. Cukupi kebutuhan minum dengan mengonsumi cairan 8 gelas sehari. Tak perlu khawatir jika jadi sering BAK, karena di kehamilan besar hal ini wajar saja. Yang penting, rasa kebelet pipis tersebut jangan ditahan-tahan sebab bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai perut ibu terbentur atau ibu terjatuh. Ini penting diperhatikan karena di kehamilan tua, perut akan semakin membuncit dan membuat gerakan ibu semakin tidak “lincah.

Di trimester akhir ini, perhatikan organ intim yang akan menjadi jalan lahir bayi dengan lebih saksama. Pada saat kehamilan, ibu rentan menderita keputihan. Sebagai pencegahan, upayakan organ intim selalu bersih dan tidak lembap. Sering-seringlah mengganti celana dalam. Lebih sering lebih baik.

PERTANYAAN FAVORIT

Nah, di bawah ini merupakan pertanyaan-pertanyaan favorit yang sering diajukan ibu hamil tentang boleh atau tidaknya ibu hamil mengerjakan suatu aktivitas. Puji menjawabnya dari sisi medis.

* BOLEH ENGGAK MENGEMUDI?

Ibu hamil (yang sudah terbiasa mengemudi) tetap boleh mengendarai mobil walaupun sedang hamil muda bahkan bila kehamilannya sudah besar sekalipun. Dengan catatan, selama melakukan aktivitas itu, ibu tidak mengalami keluhan-keluhan seperti pusing, cepat pegal atau tensi darah tinggi. Kondisi mobil pun harus nyaman, umpamanya, roda kemudi tidak mengganggu perut ibu. “Tapi bagi ibu yang hidup di kota besar yang macetnya luar biasa, seperti Jakarta, lebih baik sebelum si bayi lahir, ibu jadi penumpang saja dulu. Bukannya apa-apa, kalau ibu harus diburu waktu dan menerobos kemacetan, bisa-bisa ibu justru stres. Bukankah ini tidak baik bagi ibu hamil?”

* BOLEHKAH MENGEMUDIKAN MOTOR?

Berbeda dengan mobil, Puji menyarankan ibu hamil yang terbiasa mengemudikan motor menghentikan dulu aktivitasnya ini karena sangat riskan. Contoh, saat mengendarai motor, getaran mesinnya akan terlalu kuat bagi ibu yang sedang hamil. Untuk menjaga keseimbangan saat mengemudi pun diperlukan usaha tersendiri. Belum lagi risiko celaka di jalan raya yang cukup tinggi. “Sederhananya begini deh, untuk menjaga keseimbangan diri sendiri saja ibu hamil sudah susah apalagi kalau harus menanggung beban tambahan, yakni menjaga keseimbangan dan menahan beban motor. Tapi selama dibonceng sih tidak apa-apa. Dengan catatan ibu hamil dalam kondisi sehat, kecepatan motor sedang, jalan yang dilalui mulus dan kondisi peredam kejut motornya baik.”

* BOLEHKAH IBU HAMIL BERPANAS-PANASAN?

Ibu hamil sebaiknya tidak berada di bawah terik matahari dalam waktu lama karena dapat mengalami dehidrasi bahkan anemia. Sekalipun begitu, jika itu memang tuntutan pekerjaan, boleh-boleh saja kok. Asalkan ibu mengenali kondisi tubuh dan kehamilan dengan baik, tidak menderita anemia, tidak cepat pusing bila terpapar terik matahari dan tensi darah normal. Kenali gejala-gejala awal saat tubuh perlu istirahat, seperti pusing, mata berkunang-kunang dan lainnya. Kalau sudah begitu, segera berteduh dan beristirahat serta banyak-banyaklah minum air putih dan mengonsumsi buah-buahan.

* BAGAIMANA AGAR TIDAK PEGAL SAAT HARUS DUDUK LAMA?

Wanita hamil sering menderita wasir. Alasan inilah yang membuat mereka disarankan untuk tidak duduk terlalu lama. Terlampau banyak duduk juga bisa menekan rahim dan mengganggu masuknya oksigen ke janin serta menghambat sirkulasi darah ibu dan si calon bayi.

Apalagi bagi yang sudah masuk usia kehamilan trimester tiga. Jika pekerjaan ibu mengondisikan harus banyak duduk, saat tubuh sudah terasa pegal, usahakan berdiri dan berjalan-jalan. Serta sering-seringlah melakukan peregangan otot yang dilakukan sambil duduk. Lakukan sekurang-kurangnya tiga jam sekali.

* BOLEHKAH BERDIRI LAMA?

Wanita yang tidak hamil saja akan kepayahan bila harus disuruh berdiri berjam-jam apalagi ibu hamil yang bebannya berlipat ganda. Untuk itu ibu hamil tidak boleh terlampau lama berdiri. Bila pekerjaan ibu menuntut demikian, (SPG, umpamanya), pihak pemberi kerja mau tak mau mesti memberi toleransi. Biarkan ibu hamil untuk duduk kala tubuhnya sudah terasa lelah, capek dan pegal. Bila sudah mengalami pusing dan mata berkunang-kunang, bukan duduk lagi yang dibutuhkan ibu, tapi rebahan dan minum minuman yang manis dan hangat.

* BOLEHKAH BER-MAKE UP?

Ibu hamil boleh berdandan malah wajib karena akan menambah rasa percaya diri dan kenyamanan. Yang tidak boleh jika kosmetik yang digunakan mengandung PB/timbel. Pilihlah make up yang hipoalergenic atau yang non-alergenic. Jika masih ragu konsultasikan pada dokter.

Supaya kehamilan ini bisa dijalani ibu dengan enjoy. Menurut Puji hal yang bisa dilakukan ibu adalah menerima nikmat dan karunia yang diberikan. Ingatlah selalu bahwa kehamilan ini adalah kebahagiaan dan kita wajib mensyukurinya.

Jadi, berpantang sedikit tak apa asalkan kelak ibu dapat menimang anugerah terbesar yang diberikan Tuhan ini. Bukan begitu, Bu?

BELAJAR DAN BERSENANG-SENANGLAH

Agar ibu dapat menjalani kehamilan dengan nyaman, saran Puji, ibu hamil harus mau banyak bertanya dan belajar tentang apa saja yang akan dirasakan di trimester satu hingga tiga. Setelah itu, persiapkan diri untuk menghadapinya dengan lapang dada. Yakinlah apa yang terjadi saat hamil, seperti mual dan pusing-pusing tidak akan berlangsung selamanya.Lakukanlah aktivitas seperti biasa. Jangan beri tubuh ibu beban yang terlalu berat, selalu berpikir relaks dan manjakan diri dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang disenangi. Kenakan pakaian yang disukai, berdandanlah secantik mungkin dan sibukan diri ibu dengan melakukan kegiatan persiapan menyambut kehadiran bayi

About these ads