<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Momo Nursing Wear</title>
	<atom:link href="http://nursingwear.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nursingwear.wordpress.com</link>
	<description>Momo Collection, A creative style in breastfeeding</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2011 17:29:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nursingwear.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c61926d5cc2b7ff059ddb5775cc91053?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Momo Nursing Wear</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nursingwear.wordpress.com/osd.xml" title="Momo Nursing Wear" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nursingwear.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NEWS~~~</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2010/08/11/news/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2010/08/11/news/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 08:35:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[baju hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Baju Hamil & Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Baju menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Gamis Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[maternity wear]]></category>
		<category><![CDATA[Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[NURSING WEAR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nursingwear.wordpress.com/?p=3067</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=3067&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="http://www.momo-collections.com"><img class="alignnone size-full wp-image-3927" title="MOMO-Iklan" src="http://bajumenyusui.files.wordpress.com/2010/06/momo-iklan.jpg?w=455&#038;h=343" alt="" width="455" height="343" /></a></div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/3067/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/3067/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=3067&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2010/08/11/news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bajumenyusui.files.wordpress.com/2010/06/momo-iklan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MOMO-Iklan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaundice (Bayi Kuning)</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/24/jaundice-bayi-kuning/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/24/jaundice-bayi-kuning/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 07:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Apakah jaundice itu?
Jaundice adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan lapisan mukosa (seperti bagian putih mata) sebagian bayi baru lahir.1 Dalam bahasa Indonesia hal ini lebih sering disebut sebagai ‘bayi kuning’ saja. Istilah lain yang kadang digunakan adalah ikterik. Hal ini dapat terjadi pada bayi dengan warna kulit apapun<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=469&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Taken From Web Sehat</p>
<p><strong>Apakah jaundice itu?</strong><br />
Jaundice adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan lapisan mukosa (seperti bagian putih mata) sebagian bayi baru lahir.1 Dalam bahasa Indonesia hal ini lebih sering disebut sebagai ‘bayi kuning’ saja. Istilah lain yang kadang digunakan adalah ikterik. Hal ini dapat terjadi pada bayi dengan warna kulit apapun.2</p>
<p><strong>Bagaimana jaundice terjadi?</strong></p>
<p>Warna kekuningan terjadi karena penumpukan zat kimia yang disebut bilirubin.2 Sel darah merah manusia memiliki waktu hidup tertentu. Setelah waktu hidupnya selesai, sel darah merah akan diuraikan menjadi beberapa zat, salah satunya bilirubin.1 Bilirubin ini akan diproses lebih lanjut oleh hati untuk kemudian dibuang sebagai empedu. Pada janin, tugas tersebut dapat dilakukan oleh hati ibu.2 Setelah lahir, tugas tersebut harus dilakukan sendiri oleh hati bayi yang belum cukup siap untuk memproses begitu banyak bilirubin sehingga terjadilah penumpukan bilirubin.1</p>
<p><strong>Apakah jaundice berbahaya?</strong><br />
Sebagian besar jaundice tidak berbahaya. Namun pada situasi tertentu di mana kadar bilirubin menjadi sangat tinggi, kerusakan otak dapat terjadi.2 Hal ini terjadi karena walaupun secara normal bilirubin tidak dapat melewati pembatas jaringan otak dan aliran darah, pada kadar yang sangat tinggi pembatas tersebut dapat ditembus sehingga bilirubin meracuni jaringan otak.3 Keadaan akut pada minggu-minggu awal pasca kelahiran di mana terjadi gangguan otak karena keracunan bilirubin ini disebut sebagai ‘acute bilirubin encephalopathy’.4 Bila keadaan tersebut tidak diatasi, kerusakan otak dapat berlanjut menjadi kronik dan permanen menjadi suatu kondisi yang disebut ‘kernicterus’. Inilah alasan mengapa bayi baru lahir harus diperiksa dengan teliti untuk menilai ada tidaknya jaundice dan ditangani secara tepat jika ditemukan adanya jaundice.2<br />
Bilirubin juga dapat menjadi sangat tinggi pada infeksi yang berat, penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri), atau kekurangan enzim tertentu.</p>
<p><strong>Bagaimana penilaian jaundice dilakukan?</strong></p>
<p>Penilaian jaundice dilakukan pada bayi baru lahir berbarengan dengan pemantauan tanda-tanda vital (detak jantung, pernapasan, suhu) bayi, minimal setiap 8-12 jam.4 Salah satu tanda jaundice adalah tidak segera kembalinya warna kulit setelah penekanan dengan jari. Cara menilai jaundice membutuhkan cahaya yang cukup, misalnya dengan kadar terang siang hari atau dengan cahaya fluorescent.2 Jaundice umumnya mulai terlihat dari wajah, kemudian dada, perut, lengan, dan kaki seiring dengan peningkatan kadar bilirubin. Bagian putih mata juga dapat tampak kuning. Jaundice lebih sulit dinilai pada bayi dengan warna kulit gelap. Karena itu penilaian jaundice tidak dapat hanya didasarkan pada pengamatan visual. Jika ditemukan tanda jaundice pada 24 jam pertama setelah lahir, pemeriksaan kadar bilirubin harus dilakukan. Demikian pula jika jaundice tampak terlalu berat untuk usia tertentu bayi atau ada keraguan mengenai beratnya jaundice dari pengamatan visual.<br />
Pemeriksaan kadar bilirubin dapat dilakukan melalui kulit (TcB: Transcutaneus Bilirubin) atau dengan darah (TSB: Total Serum Bilirubin).4 Kadar bilirubin yang diperoleh dari pemeriksaan ini dapat menggambarkan besar kecilnya risiko yang dihadapi si bayi, seperti terilustrasikan pada nomogram 1.</p>
<p><strong>Bagaimana membedakan berbagai jenis jaundice?</strong></p>
<p>Jaundice fisiologis (normal) dapat terjadi pada 50% bayi baru lahir.5 Tipe jaundice ini umumnya diawali pada usia 2-3 hari, memuncak pada hari 4-5, dan menghilang dengan sendirinya pada usia 2 minggu.<br />
Jaundice karena ketidakcocokan rhesus atau golongan darah ibu dan bayi umumnya terjadi dalam 24 jam pertama setelah lahir.5 Tipe jaundice ini memiliki risiko besar untuk mencapai kadar bilirubin yang sangat tinggi.<br />
Ketidakcocokan rhesus ibu dan janin dapat terjadi jika ibu memiliki rhesus negatif sementara si janin memiliki rhesus positif. Di Indonesia, hal ini relatif jarang terjadi karena sebagian besar penduduk Indonesia memiliki rhesus positif. Di negara dengan proporsi rhesus negatif yang relatif besar, beberapa pemeriksaan dilakukan untuk mempersiapkan ibu dan bayi menghadapi kemungkinan ketidakcocokan rhesus. Setiap ibu hamil menjalani pemeriksaan golongan darah dan tipe rhesus.4 Jika pemeriksaan tersebut tidak dilakukan dalam kehamilan atau jika ibu memiliki rhesus negatif, maka saat kelahiran dilakukan pemeriksaan pada darah bayi untuk mengetahui golongan darah, rhesus, dan ada tidaknya antibodi yang dapat menyerang sel darah merah bayi.</p>
<p><strong>Apakah ASI berhubungan dengan jaundice?</strong><br />
Jaundice lebih sering terjadi pada bayi yang memperoleh ASI dibanding bayi yang memperoleh susu formula. Ada dua macam jaundice yang dapat terjadi sehubungan dengan ASI:</p>
<p>Breastfeeding jaundice (5-10% bayi baru lahir)5: Hal ini terjadi pada minggu pertama setelah lahir pada bayi yang tidak memperoleh cukup ASI.6 Bilirubin akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk empedu yang dialirkan ke usus. Selain itu, empedu dapat terurai menjadi bilirubin di usus besar untuk kemudian diserap kembali oleh tubuh. Jika bayi tidak memperoleh cukup ASI, gerakan usus tidak banyak terpacu sehingga tidak banyak bilirubin yang dapat dikeluarkan sebagai empedu. Dan bayi yang tidak memperoleh cukup ASI tidak mengalami buang air besar yang cukup sering sehingga bilirubin hasil penguraian empedu akan tertahan di usus besar dan diserap kembali oleh tubuh.7 Selain itu kolostrum yang banyak terkandung pada ASI di hari-hari awal setelah persalinan memicu gerakan usus dan BAB. Karena itu, jika Anda menyusui, Anda harus melakukannya minimal 8-12 kali per hari dalam beberapa hari pertama.4 Dan penting untuk diperhatikan bahwa tidak pernah ada alasan untuk memberikan air atau air gula pada bayi untuk mencegah kenaikan bilirubin.<br />
Untuk menilai apakah bayi telah memperoleh asupan ASI yang cukup, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan:4</p>
<p>Bayi yang memperoleh ASI tanpa suplemen apapun akan mengalami berkurangnya berat badan maksimal (&lt; 10% berat lahir) pada usia 3 hari. Jika berat badan bayi berkurang ≥ 10% berat lahir pada hari ketiga, kecukupan ASI harus dievaluasi.<br />
Bayi yang memperoleh cukup ASI akan BAK dengan membasahi seluruh popoknya 4-6 kali per hari dan BAB 3-4 kali pada usia 4 hari. Pada usia 3-4 hari, feses bayi harus telah berubah dari mekonium (warna gelap) menjadi kekuningan dengan tekstur lunak.<br />
Breastmilk jaundice (1% bayi baru lahir): Hal ini terjadi dalam akhir minggu pertama atau awal minggu kedua setelah lahir.6 Sebagian kecil ibu memiliki suatu zat dalam ASI mereka yang dapat menghambat pengolahan bilirubin oleh hati.6,7 Keadaan ini tidak memerlukan penghentian pemberian ASI karena tipe jaundice ini ringan dan sama sekali tidak pernah menimbulkan kernicterus atau bahaya lainnya. Tipe jaundice ini hanya memiliki sedikit sekali kenaikan bilirubin dan akan menghilang seiring dengan makin matangnya fungsi hati bayi pada usia 3-10 minggu. Secara umum, jaundice karena sebab apapun tidak pernah merupakan alasan untuk menghentikan pemberian ASI.<br />
Kapan bayi harus diperiksa setelah meninggalkan RS/RB?</p>
<p>Sebelum meninggalkan RS/RB, risiko bayi mengalami hiperbilirubinemia harus dinilai. Penilaian ini oleh American Academy of Pediatrics disarankan dengan melakukan pengukuran kadar bilirubin (TSB atau TcB), penilaian faktor risiko, atau keduanya. Yang merupakan faktor risiko adalah:4</p>
<p><strong>Faktor risiko mayor:</strong><br />
TSB atau TcB di high-risk zone<br />
Jaundice dalam 24 jam pertama<br />
Ketidakcocokan golongan darah atau rhesus<br />
Penyakit hemolisis (penghancuran sel darah merah), misal: defisiensi G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk dapat berfungsi normal<br />
Usia gestasi 35-36 minggu<br />
Riwayat terapi cahaya pada saudara kandung<br />
Memar yang cukup berat berhubungan dengan proses kelahiran, misal: pada kelahiran yang dibantu vakum<br />
Pemberian ASI eksklusif yang tidak efektif sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi, ditandai dengan penurunan berat badan yang berlebihan<br />
Ras Asia Timur, misal: Jepang, Korea, Cina<br />
Faktor risiko minor:<br />
TSB atau TcB di high intermediate-risk zone<br />
Usia gestasi 37-38 minggu<br />
Jaundice tampak sebelum meninggalkan RS/RB<br />
Riwayat jaundice pada saudara sekandung<br />
Bayi besar dari ibu yang diabetik<br />
Usia ibu ≥ 25 tahun<br />
Bayi laki-laki<br />
Jika tidak ditemukan satu pun faktor risiko, risiko jaundice pada bayi sangat rendah.<br />
Pemeriksaan bayi pertama kali setelah meninggalkan RS/RB adalah pada usia 3-5 hari karena pada usia inilah umumnya bayi memiliki kadar bilirubin tertinggi.4 Secara detail, jadwal pemeriksaan bayi setelah meninggalkan RS/RB adalah sebagai berikut:</p>
<p>Jika bayi meninggalkan RS/RB &lt; usia 24 jam à pemeriksaan pada usia 72 jam (3 hari)<br />
Jika bayi meninggalkan RS/RB pada usia antara 24 – 47,9 jam à pemeriksaan pada usia 96 jam (4 hari)<br />
Jika bayi meninggalkan RS/RB pada usia antara 48 – 72 jam à pemeriksaan pada usia 120 jam (5 hari)<br />
Pemeriksaan yang dilakukan harus meliputi:4</p>
<p>Berat badan bayi dan perubahan dari berat lahir<br />
Kecukupan asupan ASI/susu formula<br />
Pola BAK dan BAB<br />
Ada tidaknya jaundice<br />
Jika ada keraguan mengenai penilaian derajat jaundice, pemeriksaan kadar bilirubin harus dilakukan.4 Jika ada satu atau lebih faktor risiko, pemeriksaan setelah meninggalkan RS/RB dapat dilakukan lebih awal.<br />
Selain pemeriksaan kadar bilirubin, penyebab jaundice juga harus dicari.4 Misalnya dengan memeriksa kadar bilirubin terkonjugasi dan tidak terkonjugasi, melakukan urinalisis dan kultur urin jika yang meningkat terutama adalah kadar bilirubin terkonjugasi, melakukan pengukuran kadar enzim tertentu jika ada riwayat serupa dalam keluarga atau bayi menunjukkan tanda-tanda spesifik.</p>
<p>Bagaimana jaundice ditangani?</p>
<p>Sebagian besar jaundice adalah keadaan fisiologis yang tidak membutuhkan penanganan khusus selain dilanjutkannya pemberian ASI yang cukup. Namun pada keadaan tertentu, jaundice memerlukan terapi khusus yaitu terapi cahaya atau exchange transfusion.</p>
<p>Terapi cahaya<br />
Perlu tidaknya terapi cahaya ditentukan dari kadar bilirubin, usia gestasi (kehamilan) saat bayi lahir, usia bayi saat jaundice dinilai, dan faktor risiko lain yang dimiliki bayi, seperti digambarkan pada grafik 2.4</p>
<p>Beberapa faktor risiko yang penting adalah</p>
<p>Penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri)<br />
Kekurangan enzim G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk berfungsi normal<br />
Kekurangan oksigen<br />
Kondisi lemah/tidak responsif<br />
Tidak stabilnya suhu tubuh<br />
Sepsis (keadaan infeksi berat di mana bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh)<br />
Gangguan keasaman darah<br />
Kadar albumin (salah satu protein tubuh) &lt; 3.0 g/dL<br />
Pada bayi yang menerima ASI yang harus menjalani terapi cahaya, pemberian ASI dianjurkan untuk tetap dilakukan. Namun ASI juga dapat dihentikan sementara untuk menurunkan kadar bilirubin dan meningkatkan efek terapi cahaya.<br />
Selama terapi cahaya, beberapa hal ini perlu diperhatikan:</p>
<p>Pemberian ASI atau susu formula setiap 2-3 jam<br />
Jika TSB 25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 2-3 jam<br />
Jika TSB 20–25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 3-4 jam<br />
Jika TSB &lt;20 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 4-6 jam<br />
Jika TSB terus menurun, ulangi pengukuran dalam 8-12 jam<br />
Jika TSB tidak menurun atau meningkat menuju batas perlunya exchange transfusion, pertimbangkan exchange transfusion<br />
Pada penyakit hemolisis autoimun, pemberian -globulin (gamma globulin) direkomendasikan jika TSB tetap meningkat dengan terapi cahaya atau TSB berada 2-3 mg/dL dari batas perlunya exchange transfusion. Pemberian ini dapat diulangi dalam 12 jam. Pemberian -globulin dapat menghindari perlunya exchange transfusion pada bayi dengan ketidakcocokan rhesus atau golongan darah.<br />
Penghentian terapi cahaya ditentukan oleh usia bayi saat dimulainya terapi tersebut, kadar bilirubin, dan penyebab jaundice. Pada bayi yang diterapi cahaya setelah sempat dipulangkan dari RS/RB pasca kelahiran, terapi cahaya umumnya dihentikan jika kadar bilirubin sudah di bawah 13-14 mg/dl. Pengukuran ulang bilirubin setelah 24 jam penghentian terapi direkomendasikan terutama pada bayi dengan penyakit hemolisis atau bayi yang menyelesaikan terapi cahaya sebelum usia 3-4 hari.</p>
<p>Exchange transfusion<br />
Penanganan khusus lainnya yang mungkin diperlukan pada bayi dengan jaundice adalah exchange transfusion. Exchange transfusion adalah tindakan di mana darah pasien diambil sedikit demi sedikit dengan meningkatkan volume pengambilan pada setiap siklusnya, untuk kemudian digantikan dengan darah transfusi dengan jumlah yang sama. Panduan exchange transfusion ini dapat dilihat pada grafik 3.</p>
<p>Cara membaca kurva pada grafik ini sama dengan kurva pada grafik panduan terapi cahaya. Exchange transfusion dilakukan dengan segera pada bayi dengan gejala ’acute bilirubin encephalopathy’ seperti meningkatnya ketegangan otot, meregangnya bayi dengan posisi seperti busur, demam, tangisan dengan nada tinggi, atau jika TSB ≥ 5 mg/dl di atas kurva yang sesuai.<br />
Jika kadar TSB berada pada level di mana exchange transfusion dibutuhkan atau ≥ 25 mg/dl, hal ini adalah keadaan gawat darurat dan harus segera ditangani.<br />
(NIH)</p>
<p>Sumber<br />
www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001559.htm</p>
<p>http://www.aap.org/family/jaundicefaq.htm</p>
<p>http://www.cdc.gov/ncbddd/dd/kernicterus2.htm</p>
<p>http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/114/1/297</p>
<p>http://www.lpch.org/HealthLibrary/ParentCareTopics/NewbornQuestions/JaundicedNewborn.html</p>
<p>http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003243.htm</p>
<p>http://www.breastfeedingbasics.com/html/jaundice.shtml</p>
<p>dr. Nurul Itqiyah H</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=469&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/24/jaundice-bayi-kuning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Common Problem in Pediatrics</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/17/common-problem-in-pediatrics/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/17/common-problem-in-pediatrics/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 06:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orangtua yang panik begitu mendapati bayi/balita-nya sakit seperti flu, batuk, pilek, demam dsb. padahal segala macam penyakit tsb merupakan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. akibatnya bayi/anak dibawa kedokter dan tak pelak lagi saat pulang dibekali setumpuk obat-obatan dari dokter padahal sebenarnya efek obat-obatan itu sangat tidak baik apalagi sering dibarengi dengan <a href="http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/17/common-problem-in-pediatrics/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=234&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orangtua yang panik begitu mendapati bayi/balita-nya sakit seperti flu, batuk, pilek, demam dsb. padahal segala macam penyakit tsb merupakan penyakit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. akibatnya bayi/anak dibawa kedokter dan tak pelak lagi saat pulang dibekali setumpuk obat-obatan dari dokter padahal sebenarnya efek obat-obatan itu sangat tidak baik apalagi sering dibarengi dengan pemberian puyer yang polifarmasi. File pdf ini merupakan kumpulan penyakit yang umum terjadi pada anak-anak dan bagaimana cara penanganannya. Silahkan didownload di <a href='http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/common-problems-in-pediatrics.pdf'>common-problems-in-pediatrics</a>. Semoga bisa berguna untuk kita semua.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/234/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/234/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=234&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/17/common-problem-in-pediatrics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Bulan Perkembangan Bayi Dalam Kandungan</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/9-bulan-perkembangan-bayi-dalam-kandungan/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/9-bulan-perkembangan-bayi-dalam-kandungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 07:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Wondering bagaimana bayi berkembang didalam rahim ibu? silahkan baca di 9-bulan-perkembangan-bayi pdf ini secara lengkap Seluruh perkembangan bayi dari awal ibu terlambat menstruasi hingga siap dilahirkan. Benar-benar menggugah hati.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=204&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wondering bagaimana bayi berkembang didalam rahim ibu? silahkan baca di <a href="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/9-bulan-perkembangan-bayi.pdf">9-bulan-perkembangan-bayi</a> pdf ini secara lengkap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Seluruh perkembangan bayi dari awal ibu terlambat menstruasi hingga siap dilahirkan. Benar-benar menggugah hati.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=204&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/9-bulan-perkembangan-bayi-dalam-kandungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GROWCHART BAGI BAYI ASI</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/growchart-bagi-bayi-asi/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/growchart-bagi-bayi-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 05:09:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada ibu-ibu yang saat ini sedang cemas dengan perkembangan anaknya yang ASIX ataupun full ASI. Agar tidak cemas, sebaiknya diplot saja di growchart khusus utk anak breastfeeding berikut. asal tidak dibawah persentil 5th, tak perlu cemas. So, dont worry and be a happy mom!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=181&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Mungkin ada ibu-ibu yang saat ini sedang cemas dengan perkembangan anaknya yang ASIX ataupun full ASI, termasuk saya yg selalu dag dig dug der setiap kali nimbang aya (padahal dirumah ada timbangan bayi, berarti dag dig dug dernya tiap hari dong?? hehehe). Agar tidak cemas, sebaiknya diplot saja di growchart khusus utk anak breastfeeding berikut. asal tidak dibawah persentil 5th, tak perlu cemas. So, dont worry and be a happy mom!<span id="more-181"></span></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-253" title="growth-bfgirl" src="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif?w=237&#038;h=300" alt="" width="237" height="300" /></a><a href="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-253" title="growth-bfgirl" src="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif?w=237&#038;h=300" alt="" width="237" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;">Taken from kellymom.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/181/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/181/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=181&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/growchart-bagi-bayi-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">growth-bfgirl</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/growth-bfgirl.gif?w=237" medium="image">
			<media:title type="html">growth-bfgirl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Primbon MPASI</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/primbon-mpasi/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/primbon-mpasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep-resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Ibu-ibu yang bayinya menuju 6 bulan dan sedang mempersiapkan diri utk MPASI, silahkan mendownload pdf  Primbon MPASI ini agar tidak bingung lagi:) disini lengkap dari tips, cara penyajian, pedoman pemberian dsb. diambil dr archive milis asiforbaby<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=175&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Ibu-ibu yang bayinya menuju 6 bulan dan sedang mempersiapkan diri utk MPASI, silahkan mendownload pdf <a href="http://nursingwear.files.wordpress.com/2008/09/mpasi1.pdf">Primbon MPASI </a> ini agar tidak bingung lagi:) disini lengkap dari tips, cara penyajian, pedoman pemberian dsb. diambil dr archive milis asiforbaby</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=175&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/primbon-mpasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ada Bumil yang Melahirkan Prematur?</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/mengapa-ada-bumil-yang-melahirkan-prematur/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/mengapa-ada-bumil-yang-melahirkan-prematur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Pada 40 persen dari kelahiran prematur, penyebabnya sama sekali tidak diketahui. Namun para peneliti telah membuat terobosan dengan mempelajari penyebab terjadinya prematuritas. Studi menunjukkan bahwa kemungkinan ada empat penyebab utama yang menyebabkan terjadinya kelahiran secara prematur.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=171&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada 40 persen dari kelahiran prematur, penyebabnya sama sekali tidak diketahui. Namun para peneliti telah membuat terobosan dengan mempelajari penyebab terjadinya prematuritas. Studi menunjukkan bahwa kemungkinan ada empat penyebab utama yang menyebabkan terjadinya kelahiran secara prematur<span id="more-171"></span></p>
<ol>
<li>Infeksi/inflamasi (peradangan). Studi menunjukkan bahwa kelahiran prematur sering kali dipicu oleh respons alami kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri tertentu, seperti bakteri yang ada di alat genital dan saluran kencing serta membran janin. Bahkan infeksi yang terjadi jauh dari organ-organ reproduksi, seperti penyakit pada gigi, dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur</li>
<li>Stres pada bumil atau pada janin. Stres psikososial kronis pada bumil atau stres fisik (seperti kurangnya aliran darah dari plasenta) pada janin kelihatannya menyebabkan diproduksinya suatu hormon yang berhubungan dengan stress yang disebut hormon yang melepaskan corticotropin (Corticotropin Releasing Hormone). CRH akan merangsang diproduksi serangkaian hormon lain yang memicu kontraksi rahim dan menyebabkan terjadinya kelahiran prematur.</li>
<li>Pendarahan. Rahim mengalami pendarahan yang disebabkan oleh berbagai masalah seperti lepasnya plasenta (plasenta terlepas, baik sebagian maupun hampir seluruhnya, dari dinding rahim sebelum proses kelahiran). Pendarahan memicu dilepasnya berbagai protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah, yang kelihatannya juga merangsang terjadinya kontraksi rahim.</li>
<li>Peregangan. Rahim dapat menjadi terlalu renggang karena adanya dua atau lebih janin, terlalu banyaknya cairan ketuban atau adanya ketidaknormalan pada rahim atau plasenta, yang menyebabkan terjadinya pelepasan bahan-bahan kimia yang merangsang kontraksi rahim.Penemuan adanya beberapa jalan yang dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dapat membantu untuk menjelaskan mengapa kelahiran prematur sulit sekali untuk dicegah. Namun sekarang para ilmuwan sudah dapat mengenali apa penyebab terjadinya kelahiran prematur, sehingga mereka dapat membuat metode intervensi yang lebih efektif untuk menghentikan berbagai aliran bahan kimia yang menyebabkan terjadinya kelahiran prematur. Namun pertama-tama mereka harus dapat mengidentifikasi perempuan mana yang membutuhkan perawatan ini. Perawatan untuk Kelahiran Prematur Apa yang terjadi bila seorang bumil memasuki proses kelahiran prematur dan proses tersebut tidak bisa berhenti dengan sendirinya? Meskipun bumil tersebut mungkin sudah dengan hati-hati mengikuti instruksi yang diberikan olehpetugas kesehatan, terkadang proses kelahiran prematur tetap berjalan. Terapi obat dan membatasi kegiatan adalah dua perawatan yang biasa diberikan pada bumil yang mengalami kelahiran prematur.<strong>Perawatan dengan obat</strong><br />
Bumil yang mengalami kelahiran prematur seringkali menjalani pengobatan dengan salah satu dari jenis obat-obatan yang disebut tocolytics. Nama obat-obatan ini termasuk juga calcium channel blockers, terbutaline, ritodrine, magnesium sulfat, indomethacin, ketorolac dan sulindac. Obat-obatan ini dapat menghentikan kontraksi. Obat-obatan ini diberikan secara intravena, baik oral (diminum) maupun rektal (anus) tergantung pada jenis obat yang digunakan. Obat-obatan tocolytics dapat menunda kelahiran antara 2-7 hari, memberikan waktu ekstra untuk memberikan perawatan bagi bumil dengan obat-obatan steroid. Steroid (seperti betametason dan deksametason) akan mempercepat pertumbuhan paru-paru dan organ lainnya pada janin. Obat-obatan ini mengurangi kematian pada janin hingga 30 persen. Mereka juga mengurangi dua komplikasi paling serius yang biasa terjadi pada kelahiran prematur, sindrom stres pada saluran napas (dengan pengurangan hingga 50 persen) dan pendarahan di otak (hingga 70 persen). Waktu tambahan ini juga membuat para petugas kesehatan dapat memberikan perawatan antibiotika pada bumil untuk menjaga kalau-kalau bumil tersebut tengah mengalami infeksi atau untuk membawa bumil ke fasilitas kesehatan lain yang mempunyai peralatan lebih baik.<strong>Aktivitas Terbatas</strong><br />
Beberapa petugas kesehatan merekomendasikan pada para bumil untuk membatasi kegiatan mereka agar tidak terjadi kelahiran prematur. Bedrest juga sering disarankan, meskipun bukti pada penelitian lain menunjukkan bahwa saran tersebut tidak efektif. Meskipun mengurangi kegiatan yang terlalu padat dapat membantu bumil untuk bersantai, bedrest tidak terbukti dapat mengurangi angka terjadinya kelahiran prematur.<br />
Rekomendasi yang diberikan sangat bervariasi. Pada beberapa bumil dianjurkan untuk beristirahat beberapa kali dalam sehari. Pada bumil yang lain disarankan untuk berbaring di tempat tidur. Ada juga petugas layanan kesehatan yang menyarankan pada para bumil untuk mengidentifikasi kegiatan yang dapat meningkatkan kontrasi dan menyarankan pada mereka untuk menghindari aktivitas tersebut.<br />
Kegiatan yang terbatas dapat mempengaruhi bumil secara fisik. Bumil akan mengalami kekenduran otot dan napas menjadi lebih pendek. Setelah melahirkan, ia perlu untuk memperbaiki kekuatan ototnya. Lamanya periode berbaring di tempat tidur juga meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah. Pada beberapa kasus tertentu, petugas layanan kesehatan akan merekomendasikan pada bumil untuk tidak berhubungan seks. Sementara bumil sedang bedrest, sebaiknya ia tidak diam saja tanpa melakukan gerakan apapun. Dengan panduan dari dokternya, bumil dapat melakukan peregangan dan gerakan santai lainnya.<br />
Dengan adanya pembatasan kegiatan, ada bumil yang merasa bosan, depresi atau merasa cemas; bumil yang lain merasa terisolasi. Bukan hal yang aneh bila bumil atau pasangannya merasa frustrasi, marah atau kesal. Ini adalah saatnya bagi pasangan untuk saling memberikan dukungan, cari bantuan dari luar bila mereka membutuhkannya dan cobalah untuk menemukan sisi lucu dari situasi yang tengah dihadapi.Seorang bumil mungkin akan merasa bersalah pada saat seperti ini. Bahkan meskipun ia telah melakukan segalanya agar bisa menjalani kehamilan yang sehat, seorang bumil mungkin akan bertanya-tanya, ”Dimana letak kesalahanku?” Berbicara dengan seorang penasihat profesional, penasihat spiritual atau bumil lain yang sudah pernah mengalami situasi yang sama dapat sangat membantu dalam menghadapi situasi sulit seperti ini.<br />
Pada bumil yang tidak dapat bekerja karena kegiatan mereka harus dibatasi, keluarga mungkin akan merasakan akibat finansialnya. Dalam keluarga, peran dan tanggun jawab akan berubah. Perawatan anak, penyajian makanan dan kegiatan rumah tangga lainnya mungkin harus dikelola dengan cara yang berbeda. Keluarga dan kawan-kawan dapat melakukan berbagai hal, menyediakan makanan dan merawat anak-anak. Akan sangat membantu untuk ”membagi beban” pada jaringan pendukung yang dimiliki oleh bumil. Bumil yang tinggal sendirian akan membutuhkan bantuan tambahan pada masa-masa seperti ini.<strong>Tetap Menjaga Kesibukan</strong><br />
Meskipun kegiatan dikurangi, akan sangat membantu bila bumil tetap memiliki kegiatan, di bawah panduan dari petugas layanan kesehatan. Pada beberapa bumil, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan berbagai hal yang sudah lama sekali ingin mereka lakukan. Mereka mungkin bisa bekerja dari rumah. Ada yang membayar tagihan, membaca buku untuk dirinya sendiri atau untuk anak-anak mereka, menjahit, main game, menulis buku harian atau menggunakan komputer untuk menghabiskan waktu. Banyak bumil yang senang sekali menerima kunjungan dari kawan-kawannya. Bumil harus berbicara dengan petugas layanan kesehatannya sebelum melakukan aktivitas apapun.<br />
Untuk meminimalisir gerakan, akan sangat membantu bila semua yang dibutuhkan oleh bumil disiapkan untuk berada di sekitarnya (misalnya, obat-obatan, makanan dan minuman, pesawat telepon, bahan bacaan, komputer, radio atau TV).</p>
<p><strong>Perawatan di Rumah Sakit</strong><br />
Tergantung pada keadaan, petugas layanan kesehatan akan merekomendasikan apakah bumil perlu dirawat di rumah sakit. Bila bumil dirawat selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, kekhawatiran yang sama akan timbul seperti bila ia harus melakukan kegiatan secara terbatas di rumah.</p>
<p>Sumber:<br />
Sidelines National Support Network memberikan bantuan pada para perempuan yang mengalami kelahiran prematur.<br />
Artikel ini ditulis berdasarkan sebagian dari Buletin Praktek ACOG, nomor 43 (Mei 2003) yang diterbitkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/171/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/171/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=171&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/mengapa-ada-bumil-yang-melahirkan-prematur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perawatan Bayi Prematur</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/perawatan-bayi-prematur/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/perawatan-bayi-prematur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut sebagai prematur. Bayi tersebut biasanya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Merawat bayi prematur tidak sama denganbayi cukup bulan, karena terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Di bawah ini dibahas cara-cara perawatan bayi prematur semenjak pulang dari rumah sakit.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=170&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut sebagai prematur. Bayi tersebut biasanya memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Merawat bayi prematur tidak sama denganbayi cukup bulan, karena terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Di bawah ini dibahas cara-cara perawatan bayi prematur semenjak pulang dari rumah sakit.<span id="more-170"></span></p>
<p><strong>Pemulangan dari rumah sakit</strong></p>
<p>Berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum bayi dipulangkan dari rumah sakit meliputi keterlibatan orang tua dalam perawatan bayi, rencana untuk kebutuhan khusus seperti oksigen dan pengawasan henti napas, edukasi ketrampilan khusus tentang resusitasi jantung paru. Selain itu, terdapat beberapa kriteria sosial untuk pemulangan bayi, mencakup (1) konfirmasi bahwa orang tua dapat menyediakan kebutuhan dasar bayi, (2) jaminan orang tua mengetahui semua kebutuhan bayi dan cara untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin timbul setelah pemulangan, dan (3) rencana melanjutkan perawatan kesehatan dan dukungan untuk orang tua. Stres yang dialami orang tua ketika bayi mereka dirawat dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, sehingga edukasi ke orang tua seringkali perlu diulang kembali setelah bayi dipulangkan. Selain itu, orang tua harus memperoleh bantuan yang cukup di rumah untuk mendukung mereka dalam merawat bayi.<br />
Sebagian besar NICU (Neonatal Intensive Care Unit) mempunyai syarat-syarat tertentu untuk pemulangan. Panduan medis untuk pemulangan adalah sebagai berikut : (1) suhu tubuh dapat dipertahankan bila bayi berada di ruangan, biasanya pada usia 34 minggu atau berat 2000 gram; (2) bayi dapat makan melalui mulut cukup untuk mendapatkan tambahan berat seberat 20-30 g per hari; (3) bayi tidak mendapatkan pengobatan yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, dan (4) tidak terdapat perubahan besar dalam pengobatan atau pemberian oksigen.</p>
<p><strong>Bepergian</strong></p>
<p>Orang tua sebaiknya menggunakan tempat duduk (car seat) khusus bayi sejak pertama kali bepergian, saat membawa anak pulang dari NICU. Kepala atau badan bayi tidak boleh merosot/malas/tidak tegak (slouch) dan sabuk tidak boleh diletakkan di sekitar kepala atau perut bayi. Handuk yang digulung atau popok dapat digunakan untuk mengganjal. Bayi tidak boleh diletakkan di kursi depan kendaraan jika air bag pada sisi penumpang dapat diaktivasi. Bayi harus terlihat oleh orang dewasa, baik secara langsung atau melalui kaca spion. Bayi dengan riwayat penurunan kadar oksigen, henti napas, atau bradikardi (denyut jantung lambat) bila berada dalam keadaan setengah tegak harus diletakkan dalam posisi telentang atau telungkup menggunakan alat pengaman alternatif. Bayi tidak boleh ditinggal sendiri di dalam mobil bahkan untuk waktu yang singkat.</p>
<p><strong>Visite dokter</strong></p>
<p>Bayi harus diperiksa dokter dalam beberapa hari setelah dipulangkan dari NICU. Dokter tersebut harus mengetahui tentang riwayat kehamilan, setelah bayi baru lahir, dan faktor risiko komplikasi. Bayi harus dibawa ke dokter tiap satu atau dua minggu sampai diperoleh kenaikan berat badan yang sesuai dan adanya adaptasi dengan keadaan rumah.</p>
<p><strong>Pemberian makan</strong></p>
<p>Asupan kalori, cairan, dan suplementasi vitamin dan mineral harus diawasi selama kunjungan tiap minggu. Kebutuhan gizi pada saat di NICU biasanya 1200 kkal/kg/hari. Jumlah ini biasanya turun menjadi 100 kkal/kg/hari pada saat pemulangan. Bayi yang diberikan formula dengan kandungan kalori melebihi 24 kkal/ons lebih rentan terhadap dehidrasi. Maka dari itu bayi harus dilihat adanya tanda-tanda dehidrasi dan kadar elektrolit harus diperiksa jika timbul muntah atau diare yang signifikan. Sebagian besar bayi tidak tahan terhadap formula mengandung lebih dari 30 kkal/ons (ASI dan formula standar mengandung sekitar 20 kkal/ons).<br />
ASI melindungi dari infeksi dan bayi yang mendapat ASI memiliki pertumbuhan pada usia 18 bulan yang lebih baik daripada bayi yang mendapat susu formula. Ibu yang berencana menyusui sebaiknya menggunakan pompa payudara setelah bayi lahir untuk merangsang payudara. Susu yang dipompakan dapat diberikan kepada bayi. Apabila bayi mampu mengisap, ibu harus mulai menyusui untuk mendorong produksi susu lebih lanjut. Pada waktu pemulangan dari rumah sakit, sebagian besar bayi prematur membutuhkan pemberian makan paling sedikit tiap tiga jam.<br />
Ibu harus menyusui tiap 1,5-2 jam dalam sehari pada 24-48 jam pertama setelah pulang dari rumah sakit untuk memastikan produksi susu yang cukup. Setelah itu, bayi normalnya disususi tiap 2-3 jam atau 8-10 kali per hari. Enam sampai 8 popok basah per 24 jam menunjukkan asupan cairan yang cukup.<br />
Bila bayi menolak disusui, ibu harus mencoba lagi dalam setengah sampai satu jam. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu dengan mengeluarkan tetes-tetes susu, mendorong puting atau memposisikan bayi. Pemberian tambahan gizi dengan menggunakan selang saat bayi sedang disusui berguna bagi bayi yang membutuhkan kalori lebih banyak daripada jumlah yang diperoleh selama mendapatkan ASI biasa. Konsultan laktasi dapat membantu mengatasi masalah-masalah dalam menyusui.<br />
Mekanisme menelan pada bayi belum mampu menerima makanan padat sampai 2,5-3,5 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Susu sapi idealnya tidak boleh diberikan sampai bayi berusia 12 bulan setelah tanggal lahir yang seharusnya. Bayi kecil menurut masa kehamilan atau bayi sakit dengan catch-up growth harus tetap diberikan ASI atau formula sampai ukuran tubuhnya berada dalam kisaran normal sesuai masa kehamilan. Bayi sakit seringkali membutuhkan intervensi diet khusus.<br />
Vitamin D, E, K, dan asam folat penting terutama untuk bayi berat lahir rendah. Selain vitamin D, biasanya tidak terdapat defisiensi vitamin setelah pemulangan dari NICU. Gejala dan tanda defisiensi vitamin D, tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.</p>
<p><strong>TABEL 1. Gejala dan Tanda Defisiensi Tembaga, Seng, dan Vitamin D pada Bayi</strong></p>
<table border="1" width="96%">
<tbody>
<tr>
<td width="7%">
<div><strong>Defisiensi</strong></div>
</td>
<td width="11%">
<div><strong>Kebutuhan pada bayi prematur</strong></div>
</td>
<td width="19%">
<div><strong>Kebutuhan pada bayi cukup bulan</strong></div>
</td>
<td width="11%">
<div><strong>Uji untuk mengkonfirmasi defisiensi</strong></div>
</td>
<td width="52%">
<div><strong>Gejala dan tanda</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Tembaga</td>
<td>100 mikrogram per kg per hari</td>
<td>Sampai 6 bulan:<br />
0.4-.6 mg/hari<br />
6-12 bulan:<br />
0.6-0.7 mg/hari 1-2 tahun:<br />
0.7-1.0 mg/hari</td>
<td>Tembaga dalam serum, serum ceruloplasmin</td>
<td>Anemia, neutropenia (kadar neutrosit rendah), depigmentasi kulit dan rambut, kulit menyerupai dermatitis seboroik, anoreksia, diare, kemunduran psikomotor, henti napas, gagal tumbuh</td>
</tr>
<tr>
<td>Seng</td>
<td>750 mikrogram per kg per hari</td>
<td>5 mg/hari</td>
<td>Seng plasma</td>
<td>Acrodermatitis enteropathica (dermatitis sekitar lubang pada tubuh dan anggota tubuh), diare, kebotakan, gagal tumbuh, lebih rentan terhadap infeksi</td>
</tr>
<tr>
<td>Vitamin D</td>
<td>400 IU per hari </td>
<td>400 IU per hari</td>
<td>Vitamin D dalam serum</td>
<td>Perubahan bentuk tulang iga, tungkai, lutut, gagal tumbuh, kadar kalsium dan fosfat dalam darah rendah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Walaupun defisiensi vitamin jarang terjadi, semua bayi yang diberi ASI sebaiknya diberikan suplementasi vitamin selama satu tahun pertama. Dosis standar vitamin bayi yang memberikan 400 IU vitamin D per hari dianjurkan baik untuk bayi prematur maupun cukup bulan. Jika bayi diberikan formula standar, pemberian vitamin tambahan dianjurkan sampai bayi minum sebanyak 950 ml formula per hari. Jika formula khusus yang diberikan, kandungan vitaminnya harus dicek untuk menentukan apakah diperlukan suplementasi vitamin.<br />
Suplementasi besi dianjurkan, baik dalam bentuk formula dengan fortifikasi besi atau dalam bentuk cair, diberikan dengan dosis 2-4 mg/kg/hari pada bayi yang mendapat ASI atau bayi yang mendapat formula dengan kadar besi rendah. Suplentasi besi sebaiknya dimulai 2 minggu sampai 2 bulan setelah kelahiran dan dilanjutkan selama 12-15 bulan.<br />
Walaupun jarang, defisiensi seng dan tembaga telah dilaporkan pada bayi prematur usia 3-6 bulan. Defisiensi seng terjadi pada bayi yang mendapat ASI dari ibu yang mempunyai suatu defisiensi metabolik yang mencegah keluarnya seng ke dalam ASI. Kebutuhan seng dan tembaga serta gejala dan tanda defisiensi tembaga dan seng dapat dilihat pada tabel.</p>
<p><strong>Pertumbuhan</strong></p>
<p>Selama dua tahun pertama, pertumbuhan dicatat menggunakan usia koreksi untuk prematuritas. Grafik pertumbuhan untuk bayi prematur rata-rata telah didisain khusus. Juga terdapat grafik pertumbuhan khusus bayi baru lahir untuk bayi sakit atau kecil menurut masa kehamilan. Setelah bayi mencapai usia 2 tahun, grafik pertumbuhan standar dapat digunakan.<br />
Banyak bayi prematur yang mengalami catch-up growth. Catch-up growth biasanya pertama kali terlihat pada lingkar kepala bayi, diikuti dengan berat dan panjang badan. Hal ini biasanya terjadi selama 2-3 tahun pertama dan maksimum saat usia 36-40 minggu setelah pembuahan. Hanya sedikit terjadi setelah usia 3 tahun. Bayi prematur dengan retardasi pertumbuhan dalam rahim dan tanpa catch-up growth mempunyai resiko perkembangan tertunda lebih besar dan masalah medis lainnya daripada bayi prematur dengan laju pertumbuhan normal. Bahkan saat remaja, anak-anak yang lahir prematur lebih kecil dibandingkan anak yang tidak lahir prematur. Menarche (menstruasi pertama kali) juga terjadi lebih lambat pada anak yang lahir prematur. Suatu penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang lahir prematur cenderung melahirkan bayi prematur pula. Penelitian lain juga menemukan kecenderungan yang sama, namun tidak signifikan secara statistik.</p>
<p><strong>Perkembangan </strong></p>
<p>Perkembangan bayi selama 2 tahun ini harus di-plot dari perkiraan tanggal lahir bayi yang seharusnya bukan dari tanggal lahir bayi. Kuesioner praskrining perkembangan Denver, uji skrining perkembangan Denver, dan Inventori perkembangan Gesell merupakan uji yang sudah diakui. Skrining perkembangan tidak menggantikan pemeriksaan saraf. Pemeriksaan perkembangan saraf neonatus merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan dan dapat menilai refleks dan kekuatan otot, saraf otak dan fungsi motorik, respons sensorik dan perilaku. Jika ditemukan kelainan, perlu dipertimbangkan konsultasi dengan ahli perkembangan anak. Dalam rangka mencegah kecacatan dilakukan program intervensi yang mendukung dan meningkatkan interaksi orang tua dan anak, walaupun angka kesuksesan tidak terlalu besar. Program intervensi ini dianjurkan diikuti oleh bayi berat lahir rendah dan orang tuanya.</p>
<p><strong>Tidur</strong></p>
<p>Bayi prematur tidur lebih banyak daripada bayi cukup bulan. Kendati demikian, bayi prematur juga bangun lebih sering dibandingkan bayi cukup bulan. Periode tidur rata-rata bayi prematur lebih singkat daripada bayi cukup bulan. Bayi prematur juga memerlukan waktu beberapa hari atau minggu untuk dapat pindah dari lingkungan NICU ke rumah. Melembutkan musik dan mengurangi terangnya lampu secara bertahap dapat membantu. Bayi tidur telentang karena telah diketahui bahwa posisi telungkup berkaitan dengan meningkatnya resiko terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS). Kasur yang terlalu empuk dan permukaan lainnya yang dapat memerangkap udara pernapasan juga berkaitan dengan SIDS dan sebaiknya dihindari.</p>
<p><strong>Penglihatan aan Pendengaran</strong></p>
<p>Strabismus (juling) lebih sering ditemukan pada bayi prematur. Karena juling dapat menjadi tanda kelainan di dalam mata, konsultasi dengan dokter mata umumnya diperlukan. Pada banyak bayi berat lahir sangat rendah, juling pada usia enam minggu menghilang saat mencapai usia 9 bulan. Juling yang timbul saat usia 9 bulan cenderung menetap. The American Academy of Pediatrics, the American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus, and the American Academy of Ophthalmology menganjurkan melakukan pemeriksaan skrining awal pada usia 4-6 minggu, dengan follow-up tergantung hasil pemeriksaan awal.<br />
Ada beberapa keadaan seperti hiponatremia (kadar natrium dalam darah yang rendah), alkalosis metabolik dan penggunaan ventilator mekanik dalam waktu lama yang merupakan faktor resiko terjadinya ketulian. Penggunaan obat golongan aminoglikosida atau furosemide merupakan faktor resiko tambahan. Definisi tuli menurut badan kesehatan dunia WHO adalah hilangnya pendengaran rata-rata lebih dari 25 dB pada frekuensi 500, 1.000 dan 2.000 Hz. Berdasarkan definisi tersebut, sekitar 5% bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu mengalami ketulian pada usia 5 tahun. Orang tua harus memperhatikan adanya tanda-tanda hilangnya pendengaran pada bayi. Respons bayi terhadap suara keras dapat diperiksa oleh dokter dan kemampuan mengerti dan mengekspresikan bahasa dapat dinilai dengan alat skrining perkembangan. Konsultasi dengan ahli THT dapat dilakukan jika orang tua melihat tanda-tanda hilangnya pendengaran atau jika ditemukan kelainan saat skrining.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.aafp.org/" target="_blank">www.aafp.org</a><br />
 </p>
<p class="pengarang">Veda Carissa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=170&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/perawatan-bayi-prematur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayiku Lahir Prematur, Bagaimana Kesehatannya?</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/bayiku-lahir-prematur-bagaimana-kesehatannya/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/bayiku-lahir-prematur-bagaimana-kesehatannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Bayi prematur tidak sama dengan bayi yang lahir tepat waktu dan berkembang penuh. Oleh karena itu mereka mempunyai resiko masalah kesehatan yang lebih tinggi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=166&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Bayi prematur tidak sama dengan bayi yang lahir tepat waktu dan berkembang penuh. Oleh karena itu mereka mempunyai resiko masalah kesehatan yang lebih tinggi.<span id="more-166"></span></p>
<p><strong>Respiratory Distress Syndrome (RDS)</strong></p>
<p>Pengertian : RDS adalah masalah pernapasan yang disebabkan belum siapnya paru-paru. Paru-paru pada bayi prematur dapat kekurangan substansi cairan yang disebut surfaktan, yang memberikan paru-paru kualitas elastis yang dibutuhkan untuk kemudahan bernapas. Tanpa surfaktan, paru-paru cenderung akan kolaps, memaksa bayi kecil untuk bekerja keras untuk bernapas.</p>
<p>Perawatan : Beberapa bayi akan membutuhkan ventilator, atau respirator, untuk membantu pernapasan. Sekarang ini telah tersedia surfaktan pengganti dan cukup efektif dalam mengatasi RDS. Beberapa bayi akan merespon dengan baik jika menggunakan cara ini. Masalah paru-paru pada bayi prematur biasanya dapat meningkat dari tujuh hari menjadi beberapa minggu.</p>
<p><strong>Penyakit Paru-paru Kronis/Bronchopulmonary Dysplasia (BPD)</strong></p>
<p>Pengertian : Bayi yang memerlukan bantuan oksigen lebih dari satu bulan dapat dideskripsikan mempunyai penyakit paru-paru kronis atau bronchopulmonary dysplasia (BPD). Mereka akan membutuhkan oksigen dan perawatan lain untuk beberapa minggu bahkan bulanan.<br />
Perawatan : Bayi dengan BPD akan mempunyai paru-paru yang terus tumbuh dan matang, meskipun beberapa bayi prematur lain tetap akan membutuhkan oksigen saat kembali ke rumah mereka.</p>
<p><strong>Respiratory Syncytial Virus (RSV)</strong></p>
<p>Pengertian : RSV adalah penyebab utama penyakit sistem pernapasan bawah pada bayi dan anak-anak. Di US, wabah RSV umumnya muncul di bulan oktober dan Mei. Bayi-bayi yang menderita RSV dapat mengalami apnea (berhentinya napas pada bayi sekitar 15 detik); bronchiolitis (infeksi saluran pernapasan yang terdapat di paru-paru); atau masalah paru-paru yang berkepanjangan. Bayi prematur dan bayi-bayi dengan BPD mempunyai resiko tertinggi untuk terjadinya komplikasi dari infeksi RSV.<br />
Pencegahan dan perawatan : RSV adalah penyakit menular. Dapat menyebar di dalam rumah sakit atau setelah bayi pulang kerumah. Pastikan seluruh keluarga dan relasi anda yang berkunjung tidak sedang flu atau infeksi lain. Pastikan juga untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang bayi anda. Tidak ada perawatan yang terbukti efektif untuk infeksi RSV. Untuk lebih jelasnya tanyakan kepada dokter spesialis anak anda untuk rekomendasi perawatan yang dibutuhkan untuk mencegah infeksi RSV jika bayi anda dalam resiko tinggi terjadinya komplikasi.</p>
<p><strong>Retinopathy of Prematurity (ROP)</strong></p>
<p>Pengertian : ROP adalah penyakit mata yang timbul ketika bagian mata, retina, tidak tumbuh dengan sempurna.<br />
Perawatan : Beberapa kasus ROP adalah ringan dan dapat ditangani tanpa perawatan lebih lanjut. Bagaimanapun juga, dalam beberapa kasus ROP dapat mengakibatkan masalah penglihatan yang serius. Beberapa kasus ROP berat ditangani dengan operasi. Spesialis anak anda akan menjelaskan lebih lanjut perlakuan apa yang dibutuhkan.</p>
<p><strong>Apnea dan Bradycardia</strong></p>
<p>Pengertian : Apnea mengacu pada berhenti bernapasnya selama paling lama 15 detik. Hal ini biasa terjadi pada bayi di bulan-bulan pertamanya. Ketika apnea muncul, detak jantung seringkali turun, disebut sebagai bradycardia.<br />
Perawatan : Jika bayi anda menderita apnea, dokter spesialis anak anda akan memberikan obat resep untuk membantu mengatur pernapasan. Detak jantung bayi anda dan pernapasannya akan diawasi melalui monitor. Kebanyakan bayi prematur akan berkembang sebelum kembali ke rumah. Jika bayi anda tidak berkembang, mungkin bisa diusahakan untuk dipinjami monitor apnea untuk dirumah.</p>
<p><strong>Jaundice</strong></p>
<p>Pengertian : Jaundice terjadi karena fungsi hati pada bayi belum sempurna untuk menyaring substansi warna atau bilirubin dalam darah. Bayi baru lahir umumnya memproduksi bilirubin lebih tinggi dibanding kemampuan fungsi hatinya untuk menyaringnya.<br />
Perawatan : beberapa kasus dapat ditangani efektif dengan cara menempatkan bayi di bawah sinar. Selama perawatan, kebanyakan kulit bayi akan terpapar sinar tersebut dan mata akan ditutup untuk melindungi dari sinarnya.</p>
<p><strong>Masalah Kesehatan Lainnya</strong></p>
<p>Bayi prematur dapat membuat kondisi lain seperti anemia of prematurity (low blood cell count) dan heart murmurs. Heart murmurs adalah bunyi aliran darah yang melewati jantung. Dokter spesialis anak dan petugas medis profesional lainnya yang menjaga bayi anda akan selalu menginformasikan kondisi dan perkembangan bayi anda.(DO)</p>
<p>Sumber : Premature Infants and Health Risks (<a href="http://www.aap.org/publiced/BR_Preemie_HealthRisks.htm" target="_blank">http://www.aap.org/publiced/BR_Preemie_HealthRisks.htm</a>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=166&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/bayiku-lahir-prematur-bagaimana-kesehatannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMUNISASI pada KONDISI TERTENTU: PREMATUR dan BAYI dengan BERAT LAHIR RENDAH (2500 gram)</title>
		<link>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/imunisasi-pada-kondisi-tertentu-prematur-dan-bayi-dengan-berat-lahir-rendah-2500-gram/</link>
		<comments>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/imunisasi-pada-kondisi-tertentu-prematur-dan-bayi-dengan-berat-lahir-rendah-2500-gram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 04:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MOMO Maternity &#38; Nursing Wear</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi Bayi & Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://happimommi.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Bayi prematur kurang dari 37 minggu usia kehamilan dan bayi cukup bulan dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram), dengan beberapa pengecualian, seharusnya mendapatkan imunisasi rutin seperti yang diperoleh bayi-bayi lain sesuai usia kronologisnya. Usia kehamilan dan berat lahir bukanlah faktor penghalang bagi seorang bayi prematur yang sehat dan stabil untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=164&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p>Bayi prematur kurang dari 37 minggu usia kehamilan dan bayi cukup bulan dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram), dengan beberapa pengecualian, seharusnya mendapatkan imunisasi rutin seperti yang diperoleh bayi-bayi lain sesuai usia kronologisnya. Usia kehamilan dan berat lahir bukanlah faktor penghalang bagi seorang bayi prematur yang sehat dan stabil untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.<span id="more-164"></span></p>
<p>Walaupun beberapa penelitian menunjukan respon imunitas yang kurang terhadap beberapa vaksin yang diberikan pada bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram dan bayi yang kurang dari 29 minggu usia kehamilan, sebagian besar bayi prematur, termasuk bayi yang menerima dexametason (steroid) untuk pengobatan penyakit kronik paru, mampu membuat sistem kekebalan yang dipicu oleh vaksin untuk mencegah penyakit. Dosis vaksin pun seharusnya tidak dikurangi atau dibagi-bagi.</p>
<p>Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah mempunyai toleransi yang sama seperti bayi cukup bulan terhadap sebagian besar vaksin. Kejadian henti napas dilaporkan pernah terjadi pada bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram atau usia gestasi kurang dari 31 minggu setelah pemberian vaksin DTP, tetapi tidak pernah dilaporkan pada pemberian vaksin DTaP. Meskipun demikian, pada pemberian vaksin pneumokokus (PCV7) bersamaan dengan DTP dan Hib pada bayi prematur dilaporkan kejadian kejang demam yang ringan yang lebih sering jika dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Gangguan jantung dan pembuluh darah, seperti henti napas dan penurunan denyut jantung disertai penurunan oksigen meningkat kejadiannya pada bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram yang diberikan kombinasi vaksin DTaP, IPV (polio suntik), Hepatitis B dan Hib. Meskipun demikian, kejadian-kejadian ini bukanlah sesuatu hal yang berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang diimunisasi.</p>
<p>Bayi prematur yang secara medis stabil dan masih dirawat di rumah sakit saat 2 bulan usia kronologisnya seharusnya diberikan semua vaksin yang direkomendasikan pada usia tersebut. Bayi prematur dikatakan stabil secara medis adalah bayi yang tidak memerlukan manajemen berkelanjutan untuk infeksi serius, penyakit metabolik atau gangguan ginjal akut, gangguan jantung dan pembuluh darah atau gangguan saluran pernapasan dan bayi prematur yang menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan yang stabil.</p>
<p>Semua vaksin yang harus diberikan pada usia 2 bulan dapat dilakukan secara simultan baik pada bayi prematur maupun bayi dengan berat lahir rendah. Untuk mengurangi banyaknya suntikan dapat diberikan vaksin kombo. Jika tidak dapat dilakukan secara simultan karena terbatasnya area suntikan, maka pemberian vaksin boleh dipisah dengan interval waktu kapan saja karena vaksin yang diberikan merupakan vaksin yang inaktif. Akan tetapi, untuk menghindari reaksi lokal yang tumpang tindih, interval yang dianggap rasional adalah 2 minggu. Ukuran jarum yang digunakan untuk menyuntikkan vaksin ke dalam otot tergantung dari massa otot tempat suntikan akan diberikan.</p>
<p>Semua bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah beresiko terhadap penyakit pneumokokus yang invasif. Oleh karena itu, apabila secara medis stabil pada usia 2 bulan bayi-bayi ini harus menerima dosis penuh vaksin PCV7 (data artikel ini diambil dari data di Amerika Serikat-American Academy Pediatric). Begitu pula halnya dengan vaksin DTaP, mengingat angka kejadian pertusis yang fatal meningkat pada bayi-bayi di bawah usia 6 bulan.</p>
<p>Vaksin Hepatitis B yang diberikan kepada bayi prematur dan bayi dengan berat lahir lebih dari 2000 gram menimbulkan respon imun yang mirip dengan respon imun yang timbul pada bayi cukup bulan. Oleh sebab itu, bayi dengan berat lahir 2000 gram yang stabil secara medis dengan ibu HBsAg negatif boleh diberikan dosis pertama vaksin Hepatitis B segera setelah lahir. Untuk yang tidak stabil, dapat ditunda sampai kondisi klinisnya stabil. Sementara untuk bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2000 gram, imunisasi dengan vaksin Hepatitis B segera setelah lahir ternyata memberikan respon imun yang kurang jika dibandingkan dengan bayi cukup bulan ataupun bayi prematur yang lebih dari 2000 gram. Meskipun demikian, bayi prematur yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif memiliki perlindungan dari komplikasi perinatal yang mungkin timbul akibat penyakit Hepatitis B jika diberikan vaksin Hepatitis B tanpa melihat berat lahirnya. Dari beberapa penelitian didapatkan 2 hal yang dapat dijadikan faktor prediksi terhadap kesuksesan munculnya antibodi terhadap Hepatitis B setelah dilakukan vaksinasi, yaitu: usia kronologis bayi prematur yang stabil secara medis saat pertama kali menerima dosis pertama vaksinasi Hepatitis B tanpa melihat berat lahir maupun usia kehamilan saat lahir dan penambahan berat badan yang konsisten sebelum menerima dosis pertama vaksin Hepatitis B.</p>
<p>Bayi dengan berat kurang dari 2000 gram yang secara medis stabil dan menunjukkan penambahan berat badan harus mendapatkan dosis pertama vaksin Hepatitis B secepat-cepatnya saat usia 30 hari tanpa melihat usia kehamilan atau berat lahirnya. Bayi prematur dengan berat kurang dari 2000 gram yang cukup sehat sehingga diperbolehkan meninggalkan rumah sakit sebelum usia 30 hari boleh diberikan vaksin Hepatitis B saat meninggalkan rumah sakit. Memberikan vaksin Hepatitis B dosis pertama saat usia bayi 1 bulan tanpa melihat beratnya memberikan pilihan untuk menjalankan imunisasi selanjutnya sesuai jadwal, mengurangi jumlah injeksi simultan imunisasi yang diberikan saat usia 2 bulan, memberikan perlindungan dini terhadap bayi prematur yang harus ditransfusi dan dioperasi dan menurunkan transmisi penularan secara horisontal dari carier Hepatitis B di dalam keluarga, pengunjung rumah sakit dan petugas medis lainnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin awal vaksin Hepatitis B diberikan maka semakin besar kemungkinan untuk menyelesaikan vaksin-vaksin yang lain tepat waktu.</p>
<p>Semua bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah yang lahir dari seorang ibu dengan HbsAg positif harus menerima Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dalam 12 jam sesudah lahir dan vaksin hepatitis B (lihat penjelasan mengenai vaksin Hepatitis B di atas). Jika status HbsAg ibu tidak diketahui, maka bayi harus mendapat vaksin Hepatitis B sesuai rekomendasi untuk bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAg positif. Bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah yang diberikan vaksin Hepatitis B saat lahir harus diberikan 3 dosis tambahan.</p>
<p>Hanya vaksin Hepatitis B monovalen yang boleh digunakan saat bayi berusia 6 minggu atau kurang. Memberikan dosis vaksin Hepatitis B monovalen saat lahir sementara kombinasi vaksin yang mengandung vaksin Hepatitis B digunakan berarti bahwa bayi tersebut akan mendapatkan total 4 dosis. Kombinasi vaksin yang mengandung komponen Hepatitis B belum pernah diteliti mengenai keamanannya untuk diberikan pada bayi dengan ibu yang HbsAg positif.</p>
<p>Karena semua bayi prematur dianggap memiliki resiko terhadap komplikasi influenza, 2 dosis vaksin inflluenza inaktif dengan jarak 1 bulan harus ditawarkan kepada orang tua bayi untuk diberikan ke bayi saat berusia 6 bulan sebelum musim influenza dimulai. Karena sebab itu pula, maka orang-orang yang berkontak dengan bayi tersebut harus mendapatkan vaksin influenza inaktif. Bayi prematur yang kurang dari 32 minggu usia kehamilan dan bayi dengan penyakit paru kronik dan kondisi jantung pembuluh darah tertentu sampai usia 2 bulan mungkin mendapat manfaat dengan profilaksis untuk infeksi RSV (palivizumab) selama musim infeksi RSV. Palivizumab tidak mempengaruhi vaksinasi rutin lainnya untuk bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah.</p>
<p>Sumber: AAP (American Academy of Pediatrics)<br />
Artikel diatas dari data-data di Amerika Serikat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nursingwear.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nursingwear.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nursingwear.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nursingwear.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nursingwear.wordpress.com&amp;blog=4105044&amp;post=164&amp;subd=nursingwear&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nursingwear.wordpress.com/2008/09/08/imunisasi-pada-kondisi-tertentu-prematur-dan-bayi-dengan-berat-lahir-rendah-2500-gram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/15b36ccae75e72f037753d7d59750064?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuning purwaningsih</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
